Kutu Daun dan Semut: Kenapa Hama Ini Selalu Datang Berdua

Mengenali kutu daun
Kutu daun berukuran kecil, bertubuh lunak, dan hidup berkoloni di pucuk, di bawah daun muda, dan di tangkai bunga. Warnanya beragam – hijau, hitam, kuning, atau keabu-abuan – bergantung jenisnya. Ciri khasnya adalah sepasang tabung kecil di ujung belakang tubuh.
Tanda-tanda yang biasanya terlihat lebih dulu dari kutunya sendiri:
| Tanda | Artinya |
|---|---|
| Daun muda keriting dan menggulung ke bawah | Kutu mengisap cairan di jaringan yang sedang tumbuh |
| Permukaan daun lengket | Embun madu, cairan manis sisa isapan |
| Lapisan hitam seperti jelaga | Jamur jelaga tumbuh di atas embun madu |
| Semut naik turun batang | Ada koloni kutu yang dijaga di atasnya |
| Kulit putih kecil berserakan | Kulit hasil pergantian kulit kutu |
Tanda keempat adalah alat pemantau yang paling murah. Kalau Anda melihat barisan semut naik ke tanaman, ikuti ke atas – hampir pasti ada koloni kutu daun atau kutu putih di ujungnya.

Hubungan semut dan kutu daun
Hubungan ini sudah berlangsung sangat lama di alam. Semut bahkan memindahkan kutu daun ke pucuk baru dan melindunginya dari hujan. Selama semut menjaga, kepik dan larva lalat bunga yang biasanya memangsa ratusan kutu per hari tidak bisa bekerja dengan leluasa.
Kenapa kutu daun berbahaya lebih dari isapannya
- Pembawa virus. Kutu daun menularkan banyak virus tanaman, termasuk virus mosaik pada cabe dan sayuran. Seperti pada kutu kebul, tanaman yang sudah tertular virus tidak bisa disembuhkan.
- Jelaga menutup daun. Jamur jelaga yang tumbuh di atas embun madu tidak menyerang tanaman, tetapi menutupi permukaan daun sehingga fotosintesis terganggu.
- Berkembang sangat cepat. Pada cuaca hangat, kutu daun betina bisa melahirkan anak tanpa kawin, sehingga satu koloni bisa berlipat ganda dalam waktu singkat.
Cara mengendalikan dengan benar
1. Putus akses semut
Pada tanaman buah dan tanaman berbatang, pasang pelindung lengket di pangkal batang agar semut tidak bisa naik. Pada bedengan sayuran, cari dan ganggu sarang semut di sekitar lahan. Begitu semut tidak lagi menjaga, pemangsa alami akan mulai mengurangi koloni.
2. Kurangi nitrogen berlebihan
Tanaman yang dipacu nitrogen tinggi menghasilkan pucuk lunak dengan cairan yang kaya protein – makanan ideal kutu daun. Pemupukan yang seimbang membuat tanaman kurang menarik.
3. Lindungi pemangsa alami
Kepik koksi, larva lalat bunga, dan tawon parasitoid adalah pengendali kutu daun yang sangat efektif. Semprotan insektisida berspektrum luas membunuh mereka lebih dulu. Ciri kutu yang sudah diparasit adalah tubuh yang menggembung keras berwarna cokelat keemasan – biarkan saja, karena dari situ akan keluar tawon baru.
4. Semprotan yang tepat sasaran
Kutu daun bertubuh lunak sehingga mudah dikendalikan dengan bahan kontak, asalkan larutan benar-benar mengenai koloni di bawah daun dan di pucuk. Semprotan air bertekanan juga bisa merontokkan koloni pada tanaman kecil. Agens hayati berbahan jamur entomopatogen bekerja lewat kontak dengan tubuh kutu dan paling baik disemprot sore hari. Tambahkan perata dan perekat seperti Glumax agar larutan menempel di permukaan daun yang licin. Dosis selalu dibaca dari label kemasan.

Pertanyaan yang sering diajukan
Kenapa kutu daun muncul lagi setelah disemprot?
Biasanya karena semut masih menjaga dan memindahkan kutu yang tersisa, sementara pemangsa alaminya ikut mati karena semprotan.
Apakah semut merusak tanaman?
Semut sendiri jarang merusak tanaman, tetapi melindungi kutu daun dan kutu putih dari pemangsa alaminya.
Apakah jelaga hitam di daun berbahaya?
Jelaga tidak menyerang jaringan tanaman, tetapi menutupi daun sehingga fotosintesis terganggu. Jelaga hilang dengan sendirinya setelah kutu penghasil embun madu dikendalikan.
Apakah kutu daun menularkan virus?
Ya. Kutu daun adalah pembawa berbagai virus tanaman. Tanaman yang sudah tertular virus tidak bisa disembuhkan.
Rujukan
Uraian ilmiah mengenai kutu daun dan hubungannya dengan semut dapat dibaca pada Aphid – Wikipedia.
Ada koloni kutu daun dan barisan semut di tanaman Anda? Kirim fotonya lewat WhatsApp 0823-2292-4990 untuk saran pengendalian yang tidak membunuh pemangsa alaminya.
