Trichoderma: Dosis, Cara Pakai, dan Bedanya dengan Fungisida Kimia

Trichoderma bukan pengganti fungisida. Keduanya bekerja dengan cara yang sama sekali berbeda, dan menyamakan keduanya adalah sumber kekecewaan terbesar petani yang baru mencoba agens hayati.
Fungisida kimia membunuh jamur yang sudah ada. Trichoderma menguasai ruang lebih dulu agar patogen sulit masuk. Yang pertama bersifat memadamkan, yang kedua bersifat menempati. Artikel ini menjelaskan kapan masing-masing masuk akal dipakai, berapa dosisnya, dan apa yang membuat aplikasi sering gagal.
Cara kerjanya: menempati, bukan membunuh
Trichoderma sp. adalah jamur yang hidup di tanah dan bersifat antagonis terhadap patogen tanah. Cara kerjanya bertumpu pada tiga hal.
Pertama, kompetisi ruang dan makanan. Trichoderma tumbuh cepat di sekitar perakaran dan menghabiskan sumber daya yang seharusnya dipakai patogen. Patogen yang datang belakangan menemukan tempat yang sudah penuh.
Kedua, parasitisme. Trichoderma dapat melilit dan menembus hifa jamur patogen tertentu.
Ketiga, penguatan tanaman. Kehadirannya di zona perakaran memicu tanaman meningkatkan ketahanannya sendiri.
Dari ketiganya, yang paling menentukan di lapangan adalah yang pertama. Inilah alasan waktu aplikasi jauh lebih penting daripada dosis. Trichoderma yang datang setelah patogen mapan sudah kehilangan keunggulan utamanya.
Perbandingan jujur dengan fungisida kimia
| Aspek | Trichoderma | Fungisida kimia |
|---|---|---|
| Waktu terbaik | Sebelum patogen mapan | Saat gejala sudah muncul |
| Kecepatan efek | Bertahap, terbangun seiring waktu | Cepat, sering terlihat dalam hitungan hari |
| Sasaran | Patogen tanah di zona perakaran | Bergantung bahan aktif, banyak untuk daun |
| Residu | Tidak meninggalkan residu kimia | Ada, dengan masa tunggu sebelum panen |
| Efek jangka panjang | Populasi dapat bertahan bila tanah sehat | Habis setelah terurai, perlu diulang |
| Risiko resistensi | Rendah | Ada bila dipakai berulang tanpa rotasi |
Kesimpulan yang jujur: untuk lahan yang sudah terserang berat dan butuh penanganan segera, fungisida kimia masih punya tempat. Untuk mencegah masalah berulang setiap musim dan menekan biaya jangka panjang, Trichoderma yang lebih masuk akal.
Keduanya bisa dipakai dalam satu musim, asalkan tidak dalam satu tangki dan diberi jeda.
Dosis dan cara pakai
Berikut aturan pakai yang tercantum pada label GMN Trichoderma.
| Tahap | Cara pakai |
|---|---|
| Media persemaian | Dicampur tanah dengan perbandingan 1 banding 1 |
| Pra-tanam | 100 gram dicampur 50 kg kompos, disebar pada lahan penanaman |
| Pertanaman | 100 gram dilarutkan dalam sekitar 14 liter air (satu tangki), dikocorkan pada pangkal batang |
Untuk aplikasi cair yang lebih praktis, tersedia FLORAONE Fungisida Trichoderma Cair untuk cabe, versi untuk bawang merah, serta versi untuk padi.
Lima sebab aplikasi Trichoderma gagal
Hampir semua keluhan “sudah pakai tapi tidak ada hasil” bersumber dari salah satu dari lima hal berikut.
- Dicampur fungisida kimia dalam satu tangki. Ini yang paling sering. Trichoderma adalah mikroba hidup dan akan mati sebelum sempat diaplikasikan. Beri jeda 5 sampai 7 hari bila keduanya harus dipakai bergantian.
- Diberikan setelah tanaman layu. Pada titik itu jaringan pengangkut sudah rusak dan tanaman tidak dapat dipulihkan oleh apa pun. Trichoderma berperan melindungi tanaman yang masih sehat.
- Tanah terlalu masam. Mikroba bekerja buruk pada pH rendah. Naikkan pH lebih dulu ke kisaran 6,5 sampai 7,2, dengan dolomit 1,5 sampai 3 ton per hektar yang diberikan 2 sampai 4 minggu sebelumnya.
- Tidak ada bahan organik. Trichoderma butuh makanan untuk berkembang. Menebarnya ke tanah yang miskin bahan organik sama saja dengan menanam bibit di atas batu. Berikan kompos 2,5 sampai 5 ton per hektar saat pengolahan lahan.
- Disimpan di tempat panas. Isinya mikroba hidup. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari sinar matahari langsung.
Apakah cocok untuk tanaman Anda?
Trichoderma relevan bila masalah yang Anda hadapi ada di tanah dan akar. Beberapa contoh yang paling umum:
- Cabe dan tomat: layu fusarium, busuk akar, patek. Baca juga panduan membedakan layu fusarium, layu bakteri, dan busuk akar pada cabe.
- Durian: busuk pangkal batang oleh Phytophthora. Selengkapnya di penyebab daun durian menguning.
- Kelapa sawit: pencegahan Ganoderma, terutama pada lahan replanting.
- Palawija: rebah kecambah pada fase awal yang mengurangi populasi sejak minggu pertama.
- Anggur dan tanaman buah lain: perlindungan zona perakaran pada media yang sering lembap.
Sebaliknya, Trichoderma bukan jawaban untuk layu bakteri, serangan hama serangga, atau kekurangan hara. Menggunakannya untuk masalah yang salah hanya menghabiskan biaya.
Perhitungan sederhana sebelum membeli
Kebutuhan Trichoderma bergantung pada cara aplikasi. Untuk perlakuan pra-tanam, acuannya 100 gram per 50 kg kompos. Untuk pengocoran, satu tangki berisi sekitar 14 liter air memerlukan 100 gram.
Artinya, satu kemasan 500 gram cukup untuk sekitar lima tangki pengocoran, atau untuk mencampur sekitar 250 kg kompos pada perlakuan pra-tanam.
Untuk produk yang datanya sudah kami lengkapi, Anda bisa memakai kalkulator kebutuhan lahan dengan memasukkan luas lahan dalam hektar, meter persegi, atau ru. Untuk produk yang belum tercantum, tim kami membantu menghitungkan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa bedanya Trichoderma dengan fungisida kimia?
Fungisida kimia membunuh jamur yang sudah ada dan bekerja cepat. Trichoderma adalah jamur antagonis yang menguasai ruang di zona perakaran agar patogen sulit berkembang, dan bekerja bertahap. Fungisida untuk memadamkan, Trichoderma untuk mencegah.
Bolehkah Trichoderma dicampur fungisida dalam satu tangki?
Tidak boleh. Trichoderma adalah mikroba hidup yang akan mati bila dicampur fungisida atau bakterisida kimia. Beri jeda 5 sampai 7 hari bila keduanya harus dipakai bergantian.
Berapa dosis Trichoderma untuk pengocoran?
Menurut label GMN Trichoderma, 100 gram dilarutkan dalam sekitar 14 liter air atau satu tangki, kemudian dikocorkan pada pangkal batang.
Kenapa Trichoderma yang saya pakai tidak terlihat hasilnya?
Penyebab paling umum adalah dicampur fungisida kimia, diberikan setelah tanaman layu, tanah terlalu masam, tidak ada bahan organik sebagai makanan mikroba, atau produk disimpan di tempat panas.
Apakah Trichoderma bisa mengatasi layu bakteri?
Tidak. Layu bakteri disebabkan bakteri Ralstonia solanacearum, bukan jamur. Penanganannya berupa sanitasi, pemusnahan tanaman sakit, pengendalian penyebaran lewat air dan alat, serta rotasi tanaman.
Bagaimana cara menyimpan Trichoderma agar tidak rusak?
Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari sinar matahari langsung dan sumber panas, karena isinya mikroba hidup yang daya kerjanya menurun pada suhu tinggi.
Baca juga
- Cara Merawat Tanaman Anggur agar Cepat Berbuah di Iklim Tropis
- 8 Hama Padi Paling Merugikan dan Cara Pengendaliannya
Rujukan
Untuk pembaca yang ingin menelusuri dasar ilmiahnya, penjelasan mengenai marga jamur Trichoderma, sifat antagonisnya terhadap jamur patogen, dan perannya sebagai agens pengendali hayati dapat dibaca di Trichoderma di Wikipedia bahasa Indonesia.
Kesimpulan
Trichoderma bekerja bila diberi tiga hal: waktu yang tepat, tanah yang layak huni, dan kesabaran menunggu efeknya terbangun. Diberikan sejak persemaian dan pra-tanam pada tanah yang pH-nya sudah dibenahi dan cukup bahan organik, ia menekan masalah yang selama ini berulang setiap musim.
Diberikan setelah tanaman layu, ia tidak akan menyelamatkan apa pun. Perbedaan hasilnya bukan pada produknya, melainkan pada kapan Anda memakainya.
Ingin dibantu menyusun program pencegahan sesuai komoditas dan luas lahan? Hubungi tim kami lewat WhatsApp di 0823-2292-4990.
