GMN Metarhizium: Sasaran Hama, Dosis, dan Cara Kerjanya

Metarhizium tidak meracuni serangga. Ia menginfeksinya. Sporanya menempel di kutikula, berkecambah, lalu tumbuh menembus ke dalam tubuh serangga. Perbedaan mekanisme ini menjelaskan seluruh aturan pakainya — termasuk kenapa hasilnya tidak terlihat sore itu juga.
Sasaran hamanya
Label GMN Metarhizium menyebut lima ordo serangga sasaran:
- Coleoptera — kumbang, termasuk kumbang tanduk pada sawit dan uret di dalam tanah.
- Lepidoptera — ulat dan ngengat.
- Isoptera — rayap.
- Thysanoptera — thrips.
- Orthoptera — belalang.
Kekuatannya paling menonjol pada hama yang hidup di dalam atau dekat tanah, karena tanah yang lembap dan teduh justru lingkungan ideal bagi sporanya bertahan lama.
Kepadatan spora
Labelnya mencantumkan Metarhizium sp. sebanyak 1,23 × 10⁵ CFU per gram, dengan pembawa berupa bahan organik dari tumbuhan.
Pembawa berbahan organik ini bukan sekadar pengisi. Ia menjadi makanan awal yang membantu jamur tetap hidup setelah diaplikasikan, terutama saat dicampurkan ke tanah.
Dosis dan cara pakai
Menurut label: larutkan 100 gram dalam 15 sampai 20 liter air, setara satu tangki sprayer, lalu semprotkan pada tanaman yang terserang.
Untuk sasaran hama tanah seperti uret dan rayap, larutan diarahkan ke tanah dan pangkal tanaman, bukan ke daun. Menyemprot daun untuk hama yang hidup di bawah permukaan tanah adalah pemborosan yang paling sering terjadi.
Empat aturan yang menentukan berhasil tidaknya
- Sore hari, sekitar pukul 15.00 ke atas. Sinar ultraviolet merusak spora. Aplikasi siang hari membuang sebagian besar bahan sebelum sempat bekerja.
- Tanah atau permukaan harus lembap. Spora butuh kelembapan untuk berkecambah. Aplikasi pada tanah kering kerontang hasilnya minim.
- Jangan dicampur fungisida kimia. Metarhizium adalah jamur — fungisida dirancang membunuh jamur. Beri jeda 5 sampai 7 hari.
- Tambahkan perekat seperti Glumax bila menyemprot ke tanaman, agar spora menempel dan tidak luruh oleh embun.
Kenapa kematiannya tidak seketika
Prosesnya butuh waktu: spora menempel, berkecambah, menembus kutikula, lalu berkembang di dalam tubuh serangga. Selama beberapa hari itu hama masih terlihat bergerak meski sudah terinfeksi.
Ini bukan kelemahan produk, tetapi konsekuensi cara kerjanya. Yang perlu disesuaikan adalah harapan dan waktu pemakaian: agens hayati bekerja paling baik sebagai pengendalian sejak dini, bukan sebagai pemadam saat populasi sudah meledak.
Metarhizium atau Beauveria
Keduanya jamur entomopatogen dengan mekanisme sama, tetapi sasaran yang berbeda penekanannya.
| Metarhizium | Beauveria | |
|---|---|---|
| Paling kuat pada | Hama tanah, kumbang, rayap | Hama pengisap dan ulat di tajuk |
| Contoh sasaran | Uret, kumbang tanduk, belalang | Wereng, walang sangit, ulat grayak |
| Arah aplikasi | Lebih sering ke tanah | Lebih sering ke tajuk |
Untuk hama tajuk, Beauveria bassiana lebih tepat — labelnya mencantumkan dosis 3 sampai 4 kg per hektar dengan volume semprot 400 sampai 500 liter.
Pertanyaan yang sering diajukan
Metarhizium untuk hama apa?
Kumbang termasuk kumbang tanduk dan uret, ulat, rayap, thrips, dan belalang. Paling menonjol untuk hama yang hidup di dalam atau dekat tanah.
Berapa dosis GMN Metarhizium?
Menurut label, 100 gram dilarutkan dalam 15 sampai 20 liter air atau satu tangki sprayer.
Kenapa hama tidak langsung mati?
Karena Metarhizium menginfeksi, bukan meracuni. Spora perlu menempel, berkecambah, dan tumbuh di dalam tubuh serangga selama beberapa hari.
Kapan waktu terbaik mengaplikasikan Metarhizium?
Sore hari sekitar pukul 15.00 ke atas, pada kondisi tanah atau permukaan yang lembap.
Bolehkah Metarhizium dicampur fungisida?
Tidak. Metarhizium adalah jamur, dan fungisida dirancang membunuh jamur. Beri jeda 5 sampai 7 hari.
Baca juga
- 8 Hama Padi Paling Merugikan dan Cara Pengendaliannya
- Panduan Budidaya Jagung: Dari Olah Tanah sampai Panen
Bingung memilih antara Metarhizium dan Beauveria? Sebutkan hama dan komoditasnya ke WhatsApp 0823-2292-4990.
Rujukan
Untuk pembaca yang ingin menelusuri dasar ilmiahnya, penjelasan mengenai marga jamur entomopatogen Metarhizium dan pemanfaatannya sebagai pengendali hama alami dapat dibaca di Metarhizium di Wikipedia.
